Projek Pelajar Pancasila: Siswa SMP Asisi Sukses Ciptakan Alat Pendeteksi Kebersihan Udara berbasis IOT
Mewujudkan nilai-nilai profil Projek Pelajar Pancasila, Siswa SMP Asisi menunjukkan kreativitas luar biasa dalam menghadapi isu lingkungan lokal. Mereka berhasil Ciptakan Alat Pendeteksi Kebersihan Udara yang sangat relevan dengan zaman.
Inovasi yang dikembangkan oleh tim siswa ini adalah perangkat yang Berbasis IOT (Internet of Things). Alat ini mampu memantau tingkat polusi udara (PM2.5) secara real-time dan mengirimkan data tersebut ke platform digital.
Proyek ini adalah demonstrasi nyata kemampuan siswa menggabungkan sains, teknologi, dan kepedulian sosial. Mereka menggunakan sensor sederhana yang dihubungkan dengan mikrokontroler untuk menciptakan sistem peringatan dini yang efektif.
Melalui Projek Pelajar Pancasila ini, siswa tidak hanya belajar pemrograman dan elektronik, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap isu kualitas udara di lingkungan mereka. Ini adalah pembelajaran berbasis masalah yang otentik.
Keberhasilan Siswa SMP Asisi dalam Ciptakan Alat Pendeteksi Kebersihan Udara ini disambut baik oleh komunitas sekolah. Alat ini kini dipasang di beberapa sudut sekolah untuk memberikan informasi kualitas udara secara instan.
Pengembangan perangkat Berbasis IOT ini menunjukkan bahwa siswa tingkat menengah pun memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi teknologi yang berdampak. Mereka menerapkan konsep digitalisasi dalam konteks konservasi lingkungan.
Capaian ini memperkuat implementasi kurikulum merdeka, di mana Projek Pelajar Pancasila mendorong siswa untuk menjadi inovator yang berpikir kritis dan solutif. Mereka membuktikan bahwa produk teknologi tidak harus mahal.
Siswa SMP Asisi telah menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya milik perguruan tinggi, tetapi dapat dimulai sejak dini. Alat pendeteksi udara ini adalah kontribusi langsung mereka untuk lingkungan yang lebih sehat.
Projek Pelajar Pancasila ini sukses besar dengan hasil berupa Alat Pendeteksi Kebersihan Udara berbasis IOT yang fungsional, mencerminkan keterampilan teknis dan etos kewarganegaraan siswa yang sangat matang.
